Rabu, 24 Oktober 2012

Raditya Dika


Nama Raditya Dika dikenal sebagai penulis muda sukses yang mengawali karirnya sebagai blogger. Beberapa buku karangannya yang konyol dan mengocok perut menjadibestseller di sejumlah toko buku tanah air. Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984 merupakan penulis Indonesia, komedian, penulis skrip komik/film, dan seorang penggiat perbukuan. Dikalangan muda, nama penulis muda ini sudah tidak asing lagi dan karena prestasi serta kreativitas diusianya yang masih muda, Raditya Dika kita pilih sebagai Tokoh Kita kali ini.

Raditya dikenali publik setelah buku pertamanya Kambing Jantan (Gagasmedia, 2005) terbit di pasaran. Buku tersebut adalah hasil adaptasi dari blognya yang dulu beralamat di www.kambingjantan.com. Dengan gaya menulis komedi yang lepas pakem, dan apa adanya, Kambingjantan sukses menjadi bestseller. Selain itu Dika menelurkan buku karangannya lainya seperti Cinta Brontosaurus (Gagasmedia, 2006), Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (Gagasmedia, 2007) dan Babi Ngesot (Bukune, 2008) yang juga sukses menjadi national bestseller.

Menjadi Beswan Djarum memiliki banyak manfaat dan keuntungan selain mendapat bantuan biaya pendidikan, para penerima beasiswa Djarum (Beswan Djarum) juga menerima manfaat lain berupa program pengembangan karakter yang merupakan kelebihan dari Program beasiswa Djarum, yaitu dengan mengikuti seminar/lokakarya, pelatihan-pelatihan, leadership, motivasi, outboundpractical skills, maupun kewirausahaan (entrepreneur skill). Selain itu Beswan Djarum dapat mengenal lebih dekat tokoh ternama seperti Raditya Dika sang Kambing Jantan melalui fitur Tokoh Kita yang terdapat di member area beswandjarum.com.

Beswan Djarum dapat tanya jawab dan mengenal lebih dekat pribadi sang Tokoh melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan via website member.beswandjarum.com. Baru-baru ini Beswan Djarum yang beruntung mendapatkan merchandise berupa buku Kambing Jantan dan Babi Ngesot setelah melakukan tanya jawab dengan Raditya Dika. Jadi tunggu apalagi, bagi Beswan Djarum segeralah login ke member area karena banyak informasi yang bisa kalian dapatkan.

Ini dia sepuluh pertanyaan yang telah dipilih oleh Raditya Dika dari sejumlah pertanyaan Beswan Djarum sebagai penanya yang ' diganjar' hadiah buku karya Raditya Dika:

Chaidir Bustomi : Halo Raditya Dika.. q ToMy Beswan Djarum dari Malang. q pengen tanya.. apa sih yang selalu menjadi inspirasimu ketika akan menulis sesuatu? Dan bagaimana trik menghilangkan kebingungan pada saat awal kali menylis? Terima kasih banget. ditunggu jawabannya.
Raditya Dika : Yang menjadi inspirasi dalam menulis tentu saja adalah kehidupan sehari-hari yang bisa diangkat menjadi tulisan, itu mungkin enaknya membuat film komedi sehari-hari, kita tidak akan pernah kehabisan bahan untuk membuat karya. Trik menghilangkan kebingungan pas pertama kali menulis mungkin sederhana aja dengan tahu terlebih dahulu tulisannya mau jadi seperti apa. Kalau emang udah tau mau bagaimana, pasti jadi lebih gampang dalam menulisnya dan kita tidak terkena penyakit "white paper syndrome", yaitu sindrom kertas kosong, bingung mau memulai menulis dari mana.

Danang Kisworo : Hi Dika, Salute buat Dika yang udah bikin buku Best Seller di Indonesia. Pertanyaan buat Dika : Sebagai penulis, biasanya punya tujuan dalam penulisannya. Jika Dika ditakdirkan untuk 'Merubah Dunia', Dunia seperti apa yang akan dibuat Dika ?? dan Bagaimana Caranya ?? Kira-kira Judul bukunya apa ??
Raditya Dika : Merubah dunia? Tentu saja dunia yg ga ada korupsi, org ga bisa boong, dan penulis lebih terkenal dr pemain film. Hehehe. Judul bukunya: "mimpi kali ye".
Kartika Irmawati : Assalamu'alaikum, hmm, kak dika, gmana sie resepnya agar bisa menulis dengan baik. kebetulan aku seorang penulis lepas, aku sering menulis artikel dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris. tapi seringkali aku ngerasa stress dan terbebani ketika sedang menulis, apalgi kalau sedang dikejar-kejar deadline. gmana sie kak cara menghilangkan rasa yang tidak mengenakkan itu (stress dan terbebani red)sehingga kita bisa menulis dalam keadaan fun dan hasilnya berkualitas. makasih ya kakak^_^.
Raditya Dika : Rasa agar tidak terbebani deadline adalah dengan menyicil waktu untuk mengerjakan tulisan tersebut. Kalau tulisan kita kerjakan terburu-buru, pasti ngerjainnya gak enak karena berasanya dikejar-kejar setan melulu. Jadi, kamu harus bisa menyicil dan tidak mengerjakan pekerjaan ketika lagi deadline aja. Menjadi penulis berarti memperlakukan menulis sebagai sebuah pekerjaan, nah, maka dari itu kita harus bisa menggunakan waktu bekerja dengan baik, dengan cara menyusun jadwal menulis sehingga enggak dikejar-kejar deadline.

Marisa Lola : Ka Radith..Sekarang sibuk apa?? masih di gagas media?? pernah maen sinetron jg ya akhir2 ini?? saya pernah nntn sinetron di trans tv (tp lupa judulnya hehe..) Bales ya ka.. makasih...
Raditya Dika : Haloo, sekarang lagi sibuk nulis film, ada Panjat Pinang dengan multivision, dan film selanjutnya dari buku saya yaitu Cinta Brontosaurus dengan Starvision. Kemarin bukan main sinetron di Trans TV tapi main FTV hehehe. Sekali-sekali aja kok nyoba FTV.
Mochammad Aditya : k dika k dika, siapa siy orang yang paling punya pengaruh buat k dika bisa sampe sesukses sekarang niy? n kenapa pengaruhnya besar ama kesuksesan k dika?.
Raditya Dika : Orang yang punya pengaruh besar pastinya penulis-penulis sebelum gue yang gue kagumi dan gue adaptasi cara penulisannya sehingga bisa ngebuat tulisan gue jadi unik dan menarik. Dari Indonesia tentu saja ada Hilman Hariwijaya, yang membawa pengaruh besar dalam gaya penulisan gue. Kedua, ada penulis luar seperti David Sedaris, dan bahkan stand up comedian kayak Jerry Seinfeld. Mereka membuat komedi gue jadi sharp, dan tetap rapih walaupun isinya melawak. Hahaha..
Muhammad Khaerul Anam : saya mau nanya nih.......... cerita dalam buku yang berjudul kambing jantan apa sih? apakah menceritakan pribadi seseorang seperti hayalnya pada pribadi seekor kambing jantan?he.... maaf nih, singkatnya saya ingin tahu sinopsis dari buku anda. maur nuwun...
Raditya Dika: Buku KambingJantan berisi tentang pengalaman pribadi saya yang lucu-lucu semenjak lulus SMA sampai dengan kuliah di Adelaide, Australia. Sebagai besar sih isinya tentang pengalaman bersekolah di sana dan kehebohan2 yang timbul sebagai orang Indonesia yang sekolah di sana dan belum terlalu ngerti dengan kebudayaan orang bule. Coba aja beli di toko buku, masih ada banyak kok. :P.Cerita di buku Kambingjantan adalah pengalaman saya sehari-hari yang lucu-lucu. Sinopsis singkat ada di: http://www.radityadika.com.
Muhammad Rizal : Assalamu Alaikum... Mas Radit saya Rizal (Beswan Makassar) Mau bertanya gimana sih kiat-kiat dalam menulis itu supaya enak dibaca? truzz apa motivasi awal Mas sehingga hoby nuuliss...
Raditya Dika : Kiat menulis supaya enak dibaca tentu saja dengan banyak-banyak membaca buku. Semakin banyak buku yang kita baca, semakin kita terasah untuk membuat sebuah tulisan yang lugas, enak dibaca, dan teratur. Jadi, apa pun yang kamu lakukan, hal yang pertama kali adalah membaca, banyak baca dari genre yang sedang kamu geluti, baca dari genre lain, kombinasikan, dan pada akhirnya jadilah orang yang paling hebat di genre yang sedang kamu geluti tersebut.

Puji Prabowo : apa makna dari mimpi, passion, dan karya? untuk seorang raditya dika..
Raditya Dika : Passion adalah bensin untuk melakukan sesuatu. Jadi bagi gue, dalam memilih pekerjaan passion adalah kata kuncinya. Jangan bekerja karena pekerjaannya bergengsi, atau karena tuntutan orangtua, atau karena gak ada pilihan lain, tapi bekerjalah karena kamu punya passion yang besar untuk itu. Menurut gue, kalau lo ngikutin passion lo, maka apa pun yang lo mau kerjakan akan jadi serius, dan keseriusan itu pasti akan membawa kesuksesan. Mimpi dan karya, semuanya diciptakan dari mengejar sesuatu yang menjadi passion lo.

Qurratul Aini Fikasari : halo kak dika! kak..mo tanya nii. kenapa ya sering kali, seorang penulis lebih mudah mengungkapkan isi hati & pemikirannya melalui tulisan. namun ketika penulis tsb berada di dunia nyata, terlihat sangat jauh berbeda.. bagaimana agar orang-orang semacam ini bisa lebih menunjukkan ke- eksis-an nya? karena pastinya orang lain akan berpikir : kenapa dia terlihat rame & menyenangkan melalui tulisannya? tapi ketika bertemu, kq dia gak seperti "tulisannya" ? :: okehh,,makasi atas jawabannya..(butuh pencerahan niii.hoho).
Raditya Dika : Menurut saya sih enggak penting yah kalau orang tersebut gak "rame" seperti tulisannya. Kebanyakan penulis komedi yang saya kenal justru seperti itu, mereka seru di tulisan, rame, dan lucu tetapi orang aslinya sebenernya gak seheboh itu. Ini bisa karena berbagai macam faktor, pertama emang dia pendiam sebagai seseorang, atau yang kedua, karena secara natural, seorang penulis komedi memang orang-orang yang serius, karena komedi itu memang serius. Banyak penulis yang aslinya memang berbeda dengan persona yagn mereka tulis. Hal ini bisa terjadi karena kebanyak penulis memang makhluk yang individualis yang butuh sarana meng-ekspresikan kepribadiannya dalam bentuk lain (dalam hal ini menulis).

Toni Haryanto : Gimana sih caranya agar kita bisa dengan mudah menuangkan apa yang ada di dalam benak kita ke dalam bentuk tulisan? Terkadang terasa sulit untuk bisa memilih diksi yang tepat.
Raditya Dika : Kesusahan untuk menuangkan benak kita ke dalam tulisan lebih banyak disebabkan karena kita jarang berlatih menulis. Karena kita jarang berlatih untuk menulis, makan otak dan tangan sering gak nyambung. Seperti banyak hal lainnya, jika kita terbiasa menulis, makan otak dan tangan akan terbiasa untuk berkoordinasi, kita akan lebih bisa menerjemahkan apa yang otak mau ke dalam bentuk tulisan yang bagus, lugas, dan enak di baca. Pemilihan diksi, akan timbul dengan sendirinya ketika kita sudah bisa menulis dengan baik. Hal-hal seperti itu akan timbul sendiri, perlahan-lahan kita akan mengembangkan cara pemilihan diksi, menulis dengan lebih lancar, dan pada akhirnya kita akan men-develop ciri khas kita dalam menulis. Menulis adalah sebuah perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar